Wednesday, December 14, 2011

...yang baru

Terpikir buat blog baru, ya karena ada tuntutan dari pekerjaan. Blog yang ini sepertinya terlalu personal. Dan rencananya blog yang baru nanti, lebih ke insight tentang pekerjaan.
Sudah hampir lima tahun di industri ini, masa nggak ada yang bisa di share?
Jadi nantinya akan ada dua blog: yang pertama yang disini, untuk hal-hal yang sifatnya pribadi. Dan yang kedua adalah blog yang masih dalam rencana itu, yang nanti isinya tentang pekerjaan.
Tadi sudah lihat-lihat di account Wordpress, ada beberapa yang menarik sih.
Kenapa harus di Wordpress? Karena sebenarnya saya ada sekitar 4 blog yang tidak terpelihara di account Wordpress saya. Selain itu pagi ini saya lihat, ternyata pengguna Wordpress jauh lebih banyak daripada Blogger, meskipun Blogger menawarkan hal-hal yang lebih menarik karena sindikasinya dengan Google.
Tapi apa masih bisa rajin di update ya?

Tuesday, August 23, 2011

Apa kabar?

"Mau makan apa roi?"
Kalimat itu biasanya ditanyakan kepada diri saya sendiri, ketika saya merasa sedang perlu perhatian.
Seperti kemarin malam, dalam perjalanan dari kantor. Badan saya memang sedang tidak dalam kondisi fit dan saya harus menjaga kondisi badan dengan asupan yang lumayan. Jadilah pertanyaan itu timbul lagi. Pertanyaan ke diri sendiri.
Tiba-tiba saya tersadar, sudah lama pertanyaan itu tidak diajukan. Sudah lama saya tidak berdialog dengan diri sendiri. Mengacuhkan diri saya sendiri. Saya, selama ini telalu memaksa diri saya sendiri untuk memenuhi tuntutan dari luar diri sendiri. Saya telah mengabaikan diri saya sendiri dengan tidak mengajak berbicara diri saya sendiri. Agak memusingkan memang kalimat ini ya.
Tapi mungkin ini bukan hanya dialami saya saja. Saya yakin banyak orang diluar sana yang, disadari atau tidak, tidak memperhatikan diri sendiri. Mereka hanya beraktivitas karena memang tuntutan dari lingkungan sekitar mereka.
Kapan terakhir kita bilang 'Apa Kabar?' ke diri kita sendiri? Menanyakan apakah diri kita baik-baik saja. Meyakinkan kebutuhan diri kita sendiri untuk diperhatikan.
Yah setidaknya saya sudah lama tidak melakukaan itu.
(dan akhirnya saya memilih makan di rumah saja...)

Monday, August 08, 2011

Pertanyaan

"Kamu, 5 tahun lagi mau jadi apa?"
Ini adalah tipe pertanyaan yang paling saya benci. Menjawab pertanyaan ini dengan baik merupakan cerminan pribadi seorang yang bertanggung-jawab - mempunyai perencanaan yang matang. Which is I'm not. Tapi tidak menjawab pertanyaan ini mencerminkan orang yang selalu pasrah. Which is I am. Padahal dengan semua tanggung-jawab yang saya punya, posisi pekerjaan yang sekarang saya jalani, saya harus menjadi orang yang bertanggung-jawab dan mempunyai perencanaan yang matang.
Saya menjalani hidup saya as it is, mengikuti aliran kehidupan kemana membawa saya pergi. Tanpa perencanaan. Lulus kuliah - daftar ke kampus - mengambil pelatihan penyiaran - bergabung dengan sebuah radio swasta - lulus kuliah - pindah ke Jakarta untuk menjadi jurnalis - pacaran - menikah - pindah jadi konsultan - punya anak.... Semuanya saya jalani tanpa perencanaan yang matang, tanpa diawali pertanyaan "Kamu nanti mau jadi apa?"
Malangnya, sore ini, sehabis tajil, teman di kantor menanyakan pertanyaan yang saya benci itu.
Merasa gengsi kalau tidak menjawab. Saya jawab: saya mau lima tahun kedepan saya bisa menemani putri jail ke sekolah.
Kalo masalah kerja gimana? Ya gue bisa kerja dari rumah kan? Freelance consultant lah, freelance writer atau apalah.
That's it

Tuesday, August 02, 2011

Mengelola Nafsu

Saya pernah suka banget sama Nasi Goreng dan ayam goreng tepung, terutama KFC. Dulu saya pernah punya langganan tukang nasi goreng yang biasa mangkal di deket Apotik Kimia Farma Buah Batu, Joni namanya. Saya suka banget makan nasi goreng disana. Jadi dulu salah satu impian saya adalah makan Nasi Goreng Joni dengan ayam goreng KFC. Saya pikir, itu pasti kombinasi yang dahsyat banget. Tapi ternyata setelah kesampaian, makan nasi goreng sama ayam goreng KFC, saya pikir-pikir lagi: "kok rasanya biasa aja ya?"
Mirip-mirip dengan kejadian pas saya lagi puasa sekarang ini.
Tengah hari pas puasa, saya sudah membayangkan kombinasi dahsyat untuk berbuka: buat tajilnya ada es cendol yang dingin, air teh manis hangat, duren, kurma, martabak asin dan martabak manis. Terus buat makanan buka akan ada Sate Ayam si Bun, Ayam Bakar Mas Mono, Tongseng Pak Min, Rendang dari Sederhana, Nasi Goreng Bakti.....
Tapi
Ini yang sering kejadian: setelah berbuka, terus minum air putih dan teh manis hangat disusul sama makan dua sampe tiga makanan kecil. Kok rasanya perut udah penuh ya? Nggak sanggup makan makanan yang tadi siang menjadi khayalan.
Mungkin ini ada hubungannya dengan pengelolaan nafsu: kemauan banyak tapi ternyata untuk mencapai 'cukup' nggak perlu sebanyak itu. Untuk mencapai 'cukup' dengan kadar kepuasan yang memadai kita memang nggak perlu jadi serakah.
Selamat menjalankan ibadah puasa ya

Monday, July 18, 2011

Sekolah


Sudah sejak seminggu terakhir ini, putri jail mulai sekolah. Seneng juga melihat dia semangat buat sekolah. Ya sebenarnya dia minta sekolah dari tahun kemarin, tapi umurnya belum cukup untuk masuk TK. Saya inget waktu tahun ini dia mendaftar, sekitar bulan Mei - Juni, putri jail sudah curi start buat memakai seragam yang diberi pihak sekolah saat mendaftar. Hampir semuanya dicoba: seragam batik, seragam putih, dan seragam olah raga. Dia kelihatan bangga sekali sudah mau sekolah.
Banyak harapan yang dibawa orang tua waktu seorang anak melangkahkan kaki untuk pertama kalinya ke sekolah, saya kurang lebih juga begitu. Saya ingin putri jail menjadi pribadi yang lebih baik dari orang tuanya. Punya keberanian, percaya diri. Banyak harapan yang ditimpakan ke putri jail. Saya sadar kalau ini sepertinya kurang benar. Harusnya saya tidak mengekang putri jail dengan semua harapan saya dan membiarkan dia menikmati masa-masa sekolahnya.
Semoga saja saya bisa mendampingi masa-masa sekolah putri jail, masa-masa saat dia tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan dewasa, baik pada saat-saat yang menyenangkan atau pada saat-saat yang buruk. Tanpa membebani dia dengan segala harapan orang tua.

Sunday, June 26, 2011

Confession of a creative mind

"Gue sebelum tidur, biasanya main PlayStaion. Satu atau dua game aja biasanya udah ngantuk dan tidur. Bener kata elo, gue meskipun keliatannya lagi diem, pikiran gue nggak brenti, mikir ini, mikir itu."
"Gue ditanya sama investor yang punya tanah di Bali dan di Ciater, 'elo kalo mau buat tempat rekreasi dimana?' gue jawab di Ciater. Kenapa? Kalo di Bali tempat rekreasi terus jadi hype nggak aneh, lah kalo di Ciater? Tempatnya kan belum seterkenal Bali, tapi kalo ada tempat rekreasi yang hype kan oke tuh."
"Iya, Trans Studio yang di Bandung, mungkin juga yang di Makassar, gitu-gitu aja, nggak nawarin sesuatu yang baru. Meskipun gue belum kesana dan pengen liat juga, kalo yang di Makassar pernah."
"Di konsultan gue cuma ada empat orang yang permanen selain gue, yang lainnya cabutan, gue kerja bareng sama Iwet Ramadhan, Nicholas Saputra, sama yang lainnya."
"Temen gue ada yang nanya, dia bokapnya tajir dan dia mau buat mall di Medan. Konsep mal-nya simpel minimalis. Kata gue jangan seperti itu konsepnya, Medan itu kota di Indonesia yang budaya Melayunya masih kentel, coba deh elo datang ke Medan, nuansa melayu keliatan banget. Makanya gue saranin pake konsep Melayu aja, sekalian memelihara tone budaya disana."
"Gue udah 7 tahun brenti ngerokok, dulu pas di Hardrock kan banyak tuh yang ngerokok, gue sih masih bisa tahan. Tapi kalo gue liat film, terus si jagoannya lagi serius mikir, sambil pelan-pelan nyulut rokok yang ada di mulutnya. Nah itu gue yang kadang-kadang nggak tahan. Menyampaikan pesen lewat film itu pengaruhnya gede banget. Makanya salah satu kerjaan gue yang menghubungkan brand ke publik lewat film. Contohnya ya di Catatan Si Boy. BMW itu. Dulu pas lagi ngetren, banyak kan anak-anak seangkatan gue yang punya pikiran pas nonton film itu 'wah gue mau beli mobil yang keren, kaya BMW deh'. Nah lewat film ini mereka diingetin lagi 'o iya, dulu pas film ini jadi tren gue pengen beli BMW."

Thursday, June 23, 2011

Jakarta

Happy belated birthday Jakarta. Ulang-tahunnya kemarin, pas tanggal 22 Juni.
Kemarin juga, saya dikasih hadiah yang lumayan unik dari Jakarta, perjalanan yang paling lama yang saya tempuh untuk berangkat ke kantor: hampir 2 jam.
Karena kendaraan saya tinggal di kantor, jadi saya berangkat naik angkutan umum. Sengaja saya berangkat dari rumah lebih pagi daripada biasanya untuk mengantisipasi kemacetan, yaitu jam tujuh pagi kurang banyak. Dan ternyata, sampai di kantor itu jam 9 aja...DAMN.....
Padahal dulu waktu pernah naik angkutan umum ke kantor yang sekarang, sekitar setengah tahun yang lalu, membutuhkan waktu paling lama 1,5 jam buat pergi ke kantor. Total ongkos yang saya bayar untuk naik angkutan umum ke kantor itu sebesar Rp13.000: Rp11.000 buat naik patas AC ke blok m dan sisanya untuk naik metromini sampai ke depan kantor.
Padahal, dengan duit sebesar itu, saya bisa pulang pergi kantor-rumah sebanyak tiga kali kalau naik sepeda motor.
Iya, sejak awal tahun ini, saya hampir selalu naik motor buat berangkat ke kantor. Pertimbangannya ya simpel aja, my partner sudah jadi freelancer jadi dia nggak perlu datang ke kantor setiap hari. Uang bensin sebesar Rp150.000 untuk sekitar tiga hari rasa-rasanya terlalu boros ya....sebulan bisa 1,2 juta untuk bensin, belum uang parkir yang sebulannya bisa Rp400,000. Dan itu habis untuk satu orang.
Jadi saya berpikir rasa-rasanya naik sepeda motor lebih ekonomis ya.
But then again, selamat ulang tahun ke Jakarta. Siapa yang mau ke PRJ?

Tuesday, June 07, 2011

Menulis...(lagi?)

Menulis laporan dan menulis di blog itu berbeda. Dua-duanya butuh energi untuk menyalurkan ide-ide yang tidak serupa. Menulis laporan misalnya, harus seperti seorang sniper. Langsung ke tujuan, nggak perlu bertele-tele. Menulis di blog, lebih mirip seorang assassin, ada jutaan cara untuk menyelesaikan tugas tapi semuanya harus rapih dan pasti; dengan racun, dengan sebilah pisau, atau dengan tangan kosong.
Saya sama terherannya sama Ratna, kemana semua energi menulis di blog yang dulu biasanya kami punya ditengah-tengah luapan energi untuk menulis yang lain?
Padahal saya diwanti-wanti untuk tetap mengasah kemampuan menulis saya. Tapi lagi-lagi: menulis itu membutuhkan energi, dan energi saya entah terbang kemana.

Monday, May 09, 2011

Kerja dan Liburan di Yogya

Sampai saat ini, menurut saya hal yang paling baik dalam liburan adalah saat perencanaannya: kapan kita mau berangkat, mau kemana, tidur dimana, ngapain ajah, dan yang lainnya.
Kemarin, sehari setelah saya pulang dari Yogya, saya cerita ke partner saya dirumah kegiatan saya di Yogya: yang intinya adalah kerja dan liburan. Dari dulu partner saya memang ingin ke Yogya bersama: saya, dia, dan putri jail. Sepertinya cihuy aja kalau kita liburan ke tempat yang agak jauh.
Tanggal sudah ditetapkan: akhir Juni, karena ada hari libur tengah minggu dan saya bisa minta cuti hanya dua hari untuk mengoptimalkannya. Tempatnya? Ya alternatif pertama adalah Yogya: browsing sana sini buat mencari hotel dengan rate paling murah lewat agoda. Sekarang, tahap perencanaan sedang 'mengambang' karena ada beberapa hal lain yang harus kami lakukan. But still: it's quite fun to plan a holiday with your love one.
Acara saya sendiri di Yogya kemarin cukup lancar, meskipun awalnya agak deg-degan karena persiapannya dari agency kami hanya dilakukan oleh saya sendirian. Acara-nya sih simpel aja: pembukaan kantor cabang klien kami, ada acara seremonial kecil dan mengundang rekan-rekan media.
Tidak terlalu banyak media yang diundang. Kalau di Jakarta untuk acara serupa bisa mengundang puluhan media. Sedangkan kalau di Yogya cukup belasan saja. Ada 16 yang diundang, 10 media yang datang.
Daaaannnn informasi acara peresmian ini dimuat di 5 media utama di Yogya: Kedaulatan Rakyat, Bernas, Harian Jogja, Radar Jogja, dan Tribun Jogja. Wohoooo. (Later on, di ada juga 4 online artikel tentang hal ini).
Kerja di Yogya kali ini juga ngasih saya kesempatan buat jalan-jalan disana. Sering banget denger Yogya sebagai kota turis, tapi tetep aja selama beberapa kali ke Yogya cuma datang selewat-selewat, nggak pernah meluangkan waktu yang benar-benar buat keliling Yogya. Tapi pas kemarin itu, nah dapet deh kesempatan itu. Setelah sewa motor buat sekitar 4 jam, saya jelajahi Yogya. Meskipun paling jauh ke UGM sih. Mampir di beberapa tempat buat beli titipan orang kantor: Malioboro (pastinya), Gudeg Yuk Jum, Ayam Bacem Mbok Sabar, UGM, sama beberapa daerah lainnya.
Lumayan lah.

Monday, May 02, 2011

Boot Camp Training

"Thank you for showing me the dark side of account management Long." Nama lengkapnya Long Yun Siang, dari Refine-Path, konsultan yang disewa oleh kantor saya untuk memberikan pelatihan tentang account management akhir pekan lalu.
Trainingnya berlangsung dua hari: Jumat dan Sabtu. Selama dua hari itu kami tidak boleh berinteraksi dengan perangkat komunikasi (idealnya, tapi ada beberapa yang bandel yang sempet curi-curi cek email atau BBM di sela-sela istirahat).
Pelatihannya sendiri disebut Boot Camp Training: istilah yang digunakan untuk menggambarkan pelatihan yang cukup berat - saking beratnya ada account director yang pingsan di toilet pas istirahat siang (setelah diteliti, ternyata malam sebelumnya dia nggak tidur karena ada deadline dari klien dan paginya minum Kratingdaeng dan Kopi....kombinasi yang menakjubkan bukan? tinggal ditambah Johnnie Walker tuh). Tapi Long sendiri bilang Boot Camp Training yang asli beratnya itu tiga kali lipat daripada training kemarin. Padahal saya bilang ke partner saya di rumah waktu pas malam Sabtu: "Now I understand why I do not want to pursue my master degree - males banget ngerjain tugasnya..."
Secara keseluruhan, trainingnya menarik, dengan semua pemaparan, tugas, dan role-play game. Yang intinya gimana menangani klien dari sisi internal dan eksternal. Tapi sejujurnya, habis pelatihan ada pertanyaan besar yang muncul di benak saya: cocok nggak ya saya di industri ini?
Saya inget salah satu omongan Long: "This industry is offering you the worst job in the world but also the best job in the world."
Nah lho.
Template Designed by Douglas Bowman - Updated to New Blogger by: Blogger Team
Modified for 3-Column Layout by Hoctro