Thursday, April 19, 2007

Bajak Membajak


Dua hari yang lalu, demi mendukung tugas penulisan partner, saya mampir di ITC Ambasador untuk membeli bahan referensi berupa: DVD Bajakan!!!
Incovinience Truth, film tentang pemanasan global or something. (I've tried to search about this movie through google, but the key word : Incovinience Truth AND movie did not generated satisfying result).
Dan ternyata, the same way with google thing, saya nggak menemukan hasil yang memuaskan di sana.
Semua, (iya SEMUA) kios-kios yang menjual DVD bajakan tutup. Mulai dari lantai basement, lantai pertama, sampai lantai tiga, semuanya tutup.
Putus asa? Tentu tidak. Sebagai orang yang pernah mencicipi kehidupan jurnalis di Indonesia, saya tahu kalau mendapatkan bahan sebanyak-banyaknya memberikan kontribusi sekitar 50% untuk penulisan sebuah artikel yang baik. Jadi besoknya saya coba lagi mencari di Ratu Plaza.
Dan ternyata....
Nihil juga, semua kios DVD yang ada di lantai tiga tutup.
Saya teringat sebuah berita di salah satu media cetak pada awal pekan ini yang menyatakan baru 40% mall di Jakarta yang melarang penjualan DVD bajakan. Mungkin ini memicu kekhawatiran para pengelola mall (dan mungkin juga pemilik kios DVD bajakan), untuk menutup kegiatan jual-menjual DVD bajakan ini.
Iseng-iseng, saya bertanya ke seorang Satpam di Ratu Plaza.
"Pak, ini yang jual DVD kok pada tutup?"
"Iya, menghindari razia mungkin..."
"Mereka buka lagi kapan ya?"
"Kayanya sih tanggal 22 nanti..."
....

image was taken form: corbis

1 comment:

Tukang Ketik said...

ngomong soal Ratu Plaza(ga termasuk carrfournya yah), kasian juga kalau ada razia DVD bajakan. Soalnya salah satu penarik pengunjung ke mall ini hanya kios DVD bajakan. Selebihnya sepi pengunjung. Kalau kios DVD bajakan akhirnya ditutup, makin sepi aja deh tuh mall.