Saturday, April 19, 2008

Ahmadiyah

Seberapa dekat (atau mungkin seberapa jauh) hubungan antara Ahmadiyah dan PKS? Berita-berita tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini rasa-rasanya muncul hampir beriringan dengan berita-berita kesuksesan PKS memenangkan dua pilkada gubernur (meskipun belum ditetapkan oleh lembaga yang berwenang).
Ada kekhawatiran dari saya kalau berita-berita penolakan Ahmadiyah ini malah dijadikan tunggangan politik beberapa kepentingan tertentu. Terlebih menjelang pemilu dan pilpres, seperti saat-saat sekarang ini.
Koreksi saya kalau salah, sebenarnya selang tiga tahun terakhir ini berita-berita tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini timbul tenggelam, tidak pernah tuntas.
Dulu kalau tidak salah, pemimpin aliran Ahmadiyah sempat memberikan keterangan pers setelah dia bertemu dengan SBY. Saya kira masalahnya sudah selesai sampai disitu, tapi ternyata penolakan aliran Ahmadiyah ini muncul kembali.
Om Pecas Ndahe diblog-nya sempat posting tentang debat terbuka mengenai aliran Ahmadiyah ini, dan itu terlaksana pada 1939. Kenapa kita nggak bisa menjadi arif dan melaksanakan debat terbuka seperti itu?
Daripada kita menyebarkan selebaran untuk melakukam aksi dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang seram di media, rasa-rasanya melakukan debat terbuka merupakan pilihan yang masuk akal.
Salah satu pernyataan seram tentang penolakan aliran Ahmadiyah ini adalah: halal-nya darah pengikut aliran Ahmadiyah.
Duh, sejak kapan kita sebagai manusia mempunyai kewenangan untuk menghilangkan nyawa orang lain? Saya sedih sekali membaca pernyataan-pernyataan seperti itu, yang dalam 10 atau 20 tahun kedepan bisa membuat Indonesia seperti Yugoslavia: perpecahan dan ketika anak-anak balita kita sekarang nanti dibantai oleh sekelompok orang.

8 comments:

Anonymous said...

Sy juga krng stju kalau sampai menghalalkan darah, tp kalu sampeyan muslim sampeyan juga harusnya marah sama Ahmadiyah. Karena agama kita mereka hina, Al-Quran kita mereka permainkan. Ini lebih parah dari perlakuan orang2 denimarca yang gambar2 kartoen itoe lho. Kalau sampeyan ga ngerti knp Ahmadiyah bs dibilang menghina Islam tanya ama loe punya ulama (boleh dari NU, Muhammadiyah, PKS, dll) jangan ama selebritis, orang dipinggir jalan yg ga ngerti agama, apalagi ama penganut aliran sesat lainnya seperti sekularisme, pluralisme, dkk. sma aja boong kalo nanya ama mereka. soalnya mana ada setan ngejatuin setan.

Anonymous said...

sepertinya sampeyan tidak paham dengan islam, lebih baik sampeyan belajar dulu baru ngoceh.

ro said...

@anonymous 1 dan 2
bisa kasih saya pencerahan? dan saya bakalan lebih menghargai jika Anda meninggalkan nama atau email biar kita bisa berdiskusi.

Ki Bendoljoyo said...

Promosi gratis sih kayaknya, gak usah kampanye kayak PKS udah ngetop.
Sekarang gue jadi penasaran pengen tau apa sih itu Islam dan apa itu ahmadiyah ?
Hebat bener sih kayaknya, sampe-sampe semua orang muslim bergabung musuhin ahmadiyah, tapi ahmadiayahnya tenang-tenang aja. (Ki bendoljoyo)

aufa said...

Ahmadiyyah memang aliran sesat, mereka memepercayai adanya nabi baru setelah Muhammad, lebih menyerukan umatnya untuk datang ke India daripada Haji ke makkah, mendistorsi makna khilafah.
Khilafah Ahmadiyyah disebut sebagai Khilafatul Masih yang berkedudukan di Ingris. Khilafah adalah sebuah institusi tertinggi dalam islam, khilafah yang akan melindungi umat islam (apapun alirannya selama tidak sesat) dari segala bahaya, memiliki angkatan perang, wilayah dsb sebagaiman layaknya sebuah negara. Namun Ahmadiyyah merubah kekhilafahan menjadi seperti kepausan dalam katholik roma.

roi said...

@ki bendoljoyo
...saya juga penasaran

@aufa
thanks buat brief-nya

Anonymous said...

To.Bung Aufa; .....pernyataan anda:...."namun Ahmadiyah merubah kekhilafahan menjadi seperti kepausan dalam katholik roma". Tolong perjelas maksud pernyataan anda. Kemudian ijinkan saya bertanya kepada anda pribadi....Apakah bentuk kerajaan seperti di Arab Saudi dan negara-negara di Timur Tengah lainnya sudah merupakan Kekhilafahan yang dicita-citakan pada masa Nabi Muhammad ? Lalu bagaimana solusinya menurut Anda pribadi. Banyak orang berteriak lantang "Tegakkan Kekhilafahan"....tapi apakah mereka benar2 paham apa yang dikatakannya dalam dunia yang sesungguhnya sangat majemuk ini (termasuk yg sama2 memeluk agama yg sama, belum tentu sama persis 100% pikirannya). Semoga IMAN menuntun kita kepada pikiran dan nurani yang jernih....Dan justru "mengangkat" diri pribadi menjadi Allah SWT.....auzubillah min zalik.....

Anonymous said...

Sorry ...KURANG KETIKANNYA..."Dan TIDAK justru mengangkat diri menjadi "Allah SWT" ...nauzubillah min zalik....."