Pagi-pagi pas weekend, Sabtu atau Minggu sekitar jam 7 atau 8 pagi, biasanya gue usaha-in telepon ke Bandung. Kalau enggak pagi-pagi, biasanya sore sekitar jam 4 atau jam 5.
Buat ngobrol sama Mamah.
Tapi kebiasaan itu agak terganggu sekitar pertengahan atau akhir tahun lalu, waktu Mamah mulai sering dirawat di rumah sakit; dan sepertinya lebih sering ada di Bandung buat nemenin Mamah. Apalagi waktu Mamah beberapa kali keluar masuk ruang ICU.
Akhirnya kebiasaan itu praktis berhenti awal Februari tahun ini: 7 Februari Mamah meninggal dan 8 Februari dimakamkan.
Gara-gara lihat Podkesmas kemarin yang membahas parenting, khususnya tentang orang tua yang meminta maaf ke anaknya; gue jadi keingetan Mamah.
Para host Podkesmas bilang kalau orang tua mereka sepertinya gak pernah minta maaf ke anak-anak (mereka); well seinget gue Mamah gak gitu.
Di beberapa kesempatan, terlebih waktu pas gue pamit mau pulang ke anak istri, Mamah terkadang bilang: Maafin Mamah ya, salam buat [anak istri gue]. Mungkin Mamah merasa sungkan karena gue terkadang lebih banyak nemenin Mamah daripada sama anak istri gue.
Yah, harusnya Roi yang minta maaf ke Mamah - bales gue.
Maafain ya Mah.
No comments:
Post a Comment