Gimana caranya melepas suka - yang bisa berbeda untuk setiap orang -?
Buat gue, mungkin caranya perlahan.
Kemarin salah satu founder agensi kami meninggal - sudah beberapa waktu ini dia sakit lumayan parah.
Sakit yang menurut gue bisa dihindari: kalau saja dia gak pindah rumah dan kalau saja tempat kerjanya - tempat kerja gue yang dulu - punya sistim yang jauh lebih baik.
Gue - sama founder yang lain - sempet menjenguk dia sekitar 3 minggu yang lalu. Dia kelihatan diatas ekspektasi gue dengan mengingat gejala stroke yang menyerangnya.
Tapi setelah operasi biopsi sekitar seminggu yang lalu, kondisinya menurun; Jumat kemarin - pas kita sedang event - dia sempat dirawat di ICU, dan Sabtu pagi dia pergi.
Udah gak sakit lagi.
Salah satu kakaknya bilang bahwa setelah operasi itu dia kelihatan lebih merasa nyeri: proses suction yang terkadang mengandung darah. Merasa sakit tapi gak bisa ngomong sakit dan mengekspresikan kesakitan itu sepertinya adalah level sakit selanjutnya; dan hanya orang-orang terdekat yang bisa membayangkan serta meraba nyeri itu.
Dia orang yang gue andelin karena pengalaman dan kebijaksanaannya di atas gue.
Hari-hari terakhir - beberapa bulan lalu - sebelum dia kena sakit parah, gue sempat kesel ke dia karena slow respon di WA. Mengira dia mengabaikan inisiatif dia tentang agensi komunikasi ini.
Dia orang yang pertama kali ngajak kami ketemuan, ngobrol ngalor ngidul sebelum dia bilang: buat agensi yuk! Butuh waktu sekitar tiga bulanan untuk meresmikan agensi kami lewat sebuah akta pendirian.
Gue inget banget hari penandatangan akta pendirian itu sehari sebelum puasa Ramadhan tahun kemarin.
Gue kehilangan dia dengan cara gue sendiri.
No comments:
Post a Comment