Tuesday, October 27, 2026

25 to 50

Apa yang bakalan gue katakan ke diri gue sendiri waktu gue berumur setengah dari sekarang? Berumur 25 tahun.

25 tahun itu ada di 2001, gue baru pindah satu tahun dari Bandung ke Jakarta, kerja di sebuah koran ekonomi terbesar saat itu.

Gue mungkin akan bilang: take a deep breath, terus jalanin apa yang udah lo jalanin, you are on the right track.

Pindah ke Jakarta, tinggal di rumah nenek yang besar - mind you kalau rumah nenek gue itu cukup menampung dengan leluasa 6 orang anaknya dengan kamar masing-masing yang sehari-harinya penuh hiruk pikuk dengan karyawan - suasana yang sama sekali berbeda dengan Bandung.

Awal-awal gue pindah ke Jakarta, gue amat sangat jarang buat pulang dan main ke Bandung, mungkin baru sebulan atau dua bulan lah gue maen ke Bandung. Gue inget waktu pas pulang ke Bandung, gue maen ke tempat kerja gue dulu yang kebetulan deket sama rumah orang tua. Temen gue komentar: lo kurus banget, stres lo ya?

Hahaha - mungkin

Ada satu momen di teras rumah nenek gue, waktu gue baru awal-awal pindah ke Jakarta dan orang tua datang ke Jakarta - gue ngeluh tentang kerjaan di kantor, mungkin karena masih adaptasi. Kedua orang tua gue ngasih komentar yang jauh berbeda. My Oldman bilang (kurang lebih) ya lo harus jadi kuat laa, sementara Mamah bilang: ya pulang aja ke Bandung, kami masih bisa kasih makan lo kok.

Mata gue berair sekarang.

Gue gak tau kenapa gue milih untuk tetep stay: mungkin ego sebagai anak laki-laki paling besar? Entahlah.

Ada salah satu influencer instagram Edward Suhadi yang gue follow. Dia setiap hari senin suka kasih nasihat, yang kadang-kadang masuk buat gue. Nasihat dia minggu ini sepertinya relate banget buat orang-orang yang sedang dihadapkan pada pilihan.

Dia bilang yang menentukan jalan kehidupan kita saat menghadapi pilihan, adalah bukan apa yang kita pilih, tapi melainkan bagaimana kita menjalani pilihan itu. Ini bagus banget.

Jadi apa yang akan gue bilang ke gue sendiri yang berumur 25 tahun? Masih sama: take a deep breath, jalanin apa yang sudah lo pilih, you are on the right track.

Ini terinspirasi oleh channel The Mapple #Rewind Adriano Qalbi dan Oza Rangkuti. 





Wednesday, October 21, 2026

Cuaca Panas

 Beberapa hari yang lalu sempat kepikiran: seberapa banyak peningkatan kasus perceraian atau KDRT saat cuaca panas seperti ini? Sebelumnya malah pernah baca ada orang dibacok di Surabaya gara-gara adu mulut dan yang ngebacok ternyata stress karena cuaca panas.

Dan hari ini algoritma IG menyajikan postingan dari Gita Wirjawan, hubungan antara tahun-tahun adanya cuaca panas, tepatnya El Nino, dengan beberapa kasus krisis di tingkat nasional maupun internasional. Ada disini: https://www.instagram.com/p/DetkB-UEkMm/?rpxt=MzRlODBiNWFlZA==&srtk=MzRlODBiNWFlZA==


Buat gue sendiri, cuaca panas kali ini levelnya hampir unbearable, berpengaruh langsung ke kondisi fisik (lebih gampang keringetan) dan mental (bete karena hawa panas).

Satu-satunya kalimat unbearable yang sering lewat di benak gue adalah: Unbearable Lightness of Being, novel yang ditulis Milan Kundera; nama penulis yang jarang gue baca bukunya terpampang di toko buku seperti Gramedia. Bukunya juga belum gue temu-in bahkan baca.

Sunday, October 18, 2026

Tentang Ayah

 https://www.youtube.com/watch?v=2U_PvO40mpU

Di bagian awal podcast ini, mata gue mulai berair.

Begitu banyak ingatan tentang ups and downs My Oldman tetiba muncul.

Dua orang ini, Dea dan Ferry, membahas pengalaman buruk tentang ayah mereka dengan senyum dan tawa, sepertinya luka batin mereka akibat didikan seorang ayah sudah mulai terurai dengan waktu, pengalaman dan pendewasaan. Seiring dengan pengalaman mereka menjadi seorang suami dan orang tua juga.

Dan gue jadi lebih pengen buat berziarah ke makam My Oldman, mau cerita semuanya. Apakah My Oldman punya pengalaman yang sama? Gimana dia bertindak dan merespon nya?

Saturday, October 17, 2026

Being 50

 This is a very late post.

49 has been kind.

Masuk ke umur 50, gue punya rencana segudang - yah minimal di minggu pertama: enjoying driving alone. Ke Bandung dulu buat ke makam Mamah, terus ke Garut ke makam My Old Man, nginep semalem, pulang, jumatan di KBP, dan pulang dengan kondisi yang ter-refresh.

Tapi ternyata gak gitu dong Ferguso: hari Senin sore dapet informasi mendadak harus ada konferensi pers di hari Kamis. Nah, mulai deh.

Persiapan yang grasak-grusuk, deadline yang berubah-ubah dalam hitungan jam karena perbedaan briefing dan approval last minute. Yang akhirnya somehow, bisa juga tuh konferensi pers terlaksana.

Dan yang grasak-grusuk bukan hidup gue doang ternyata: kebakaran hutan yang mulai (lebih) rame di FYP media sosial gue, status pasar bursa yang meluncur dengan indah gara-gara MSCI, serangan Houthi ke Arab Saudi, antrian BBM.

You are not the center of the world roi.

Sunday, July 26, 2026

Duka

Gimana caranya melepas suka - yang bisa berbeda untuk setiap orang -? 
Buat gue, mungkin caranya perlahan. 
Kemarin salah satu founder agensi kami meninggal - sudah beberapa waktu ini dia sakit lumayan parah. 
Sakit yang menurut gue bisa dihindari: kalau saja dia gak pindah rumah dan kalau saja tempat kerjanya - tempat kerja gue yang dulu - punya sistim yang jauh lebih baik. 
Gue - sama founder yang lain - sempet menjenguk dia sekitar 3 minggu yang lalu. Dia kelihatan diatas ekspektasi gue dengan mengingat gejala stroke yang menyerangnya. 
Tapi setelah operasi biopsi sekitar seminggu yang lalu, kondisinya menurun; Jumat kemarin - pas kita sedang event - dia sempat dirawat di ICU, dan Sabtu pagi dia pergi. 
Udah gak sakit lagi. 
Salah satu kakaknya bilang bahwa setelah operasi itu dia kelihatan lebih merasa nyeri: proses suction yang terkadang mengandung darah. Merasa sakit tapi gak bisa ngomong sakit dan mengekspresikan kesakitan itu sepertinya adalah level sakit selanjutnya; dan hanya orang-orang terdekat yang bisa membayangkan serta meraba nyeri itu.
Dia orang yang gue andelin karena pengalaman dan kebijaksanaannya di atas gue. 
Hari-hari terakhir - beberapa bulan lalu - sebelum dia kena sakit parah, gue sempat kesel ke dia karena slow respon di WA. Mengira dia mengabaikan inisiatif dia tentang agensi komunikasi ini. 
Dia orang yang pertama kali ngajak kami ketemuan, ngobrol ngalor ngidul sebelum dia bilang: buat agensi yuk! Butuh waktu sekitar tiga bulanan untuk meresmikan agensi kami lewat sebuah akta pendirian. 
Gue inget banget hari penandatangan akta pendirian itu sehari sebelum puasa Ramadhan tahun kemarin. 
Gue kehilangan dia dengan cara gue sendiri. 

Saturday, June 27, 2026

Mamah Udah Gak Ada

 It's funny how small things can have a huge impact.

Siang ini tiba-tiba berasa ditarik lagi ke kenyataan bahwa Mamah udah meninggal - awal Februari lalu. Gara-gara ada petugas bank yang minta salinan akta kematian Mamah.

Duh, kenapa mata jadi berkaca-kaca ya? Hidung jadi bumpet.


Saturday, June 06, 2026

Pagi-pagi Pas Weekend

Pagi-pagi pas weekend, Sabtu atau Minggu sekitar jam 7 atau 8 pagi, biasanya gue usaha-in telepon ke Bandung. Kalau enggak pagi-pagi, biasanya sore sekitar jam 4 atau jam 5.

Buat ngobrol sama Mamah.

Tapi kebiasaan itu agak terganggu sekitar pertengahan atau akhir tahun lalu, waktu Mamah mulai sering dirawat di rumah sakit; dan sepertinya lebih sering ada di Bandung buat nemenin Mamah. Apalagi waktu Mamah beberapa kali keluar masuk ruang ICU.

Akhirnya kebiasaan itu praktis berhenti awal Februari tahun ini: 7 Februari Mamah meninggal dan 8 Februari dimakamkan.

Gara-gara lihat Podkesmas kemarin yang membahas parenting, khususnya tentang orang tua yang meminta maaf ke anaknya; gue jadi keingetan Mamah.

Para host Podkesmas bilang kalau orang tua mereka sepertinya gak pernah minta maaf ke anak-anak (mereka); well seinget gue Mamah gak gitu.

Di beberapa kesempatan, terlebih waktu pas gue pamit mau pulang ke anak istri, Mamah terkadang bilang: Maafin Mamah ya, salam buat [anak istri gue]. Mungkin Mamah merasa sungkan karena gue terkadang lebih banyak nemenin Mamah daripada sama anak istri gue.

Yah, harusnya Roi yang minta maaf ke Mamah - bales gue.

Maafain ya Mah.

Wednesday, May 20, 2026

Heist

 Film-film dengan tema Heist adalah film yang masuk kategori favorit gue. Ocean series - Ocean 8, 11, 12, 13 -, Italian Job, Den of Thieves, Inside Job; dan yang lainnya, dan yang jadi salah satu legenda film Heist, film 90-an: Heat.

Heat jadi legenda karena pendukung dan pemainnya yang ada dalam kondisi puncak karir mereka: Robert De Niro, Al Pacino, Val Kilmer, dan Michael Mann sebagai produser.

Ada rencana buat Heat 2, yang katanya akan mulai shooting Agustus tahun ini. Pemain dan pendukungnya juga berkelas: Leonardo DiCaprio, Christian Bale, Bradley Cooper; yang kemungkinan ditambah juga Anna De Armas, Channing Tatum, John Bernthal, sama yang lainnya. 

Semoga gak flop; gak kaya Den of Thieves 2: Pantera.


Thursday, May 14, 2026

MKG

Hari ini meeting offline Semanggi di MKG. Ini kali kedua kami meeting offline sejak Semanggi berdiri. Meeting pertama kalo gak salah sekitar akhir tahun lalu di Blok M.

Sebenernya gak terlalu banyak yang dibahas, tapi karena kami memang jarang ketemu offline, meeting nya jadi lumayan lama: dari jam 12:30-an sampai jam 19:00-an. 

Sayangnya Mr. R gak bisa join, seperti yang bisa diduga.

Gue inget banget pertama kalinya gue ke mall ini, sekitar awal 2006-an, hampir 20 tahun yang lalu ternyata.

Waktu itu gue dan My Partner masih tinggal di Asem Baris, My Partner lagi hamil muda katanya waktu itu.

Beberapa hari sebelummya, gue dan My Partner ngeliat liputan tv tentang MKG ini. Digadang-gadang sebagai mall yang cukup besar - 5 mall dijadikan 1 - kami penasaran dan tertarik liat-liat mall ini. 

Jadilah waktu libur panjang - liburan lebaran kalo gak salah - kami ke mall ini. Makan di Pizza Hut - curi-curi ambil sup prasmanan dua kali!

Meeting Semanggi-nya lumayan lancar. Sekitar 5 jam di tempat yang sama: Sate Senayan.

Gue bilang ke Miss D dan Miss M: semoga tahuh depan meeting offline nya bisa di Bogor atau Anyer.

Mantap!

Tuesday, May 12, 2026

Marapthon

Marapthon gampangnya adalah reality show 24 jam yang mengandalkan satu frame: sebuah living room dengan satu orang pemain inti, sembilan orang pemain pendukung, dan terkadang tamu undangan; yang ditambah dengan tampilan komen pemirsa.

Anak angkatan 90-an yang suka nonton film seri Friends pasti hafal dengan frame sebuah sofa di cafe tempat Chandler, Ross, Phoebe, Rachel, Monica dan Joey nongkrong. Kurang lebih seperti itulah.

Gue gak nonton Marapthon ini. Ngapain ya nonton live show 24 jam di YouTube, dengan para cast yang gue kurang familiar. Tapi gue tertarik buat ulasan awam tentang Marapthon ini.

Pertama, Marapthon dibuat selayaknya produksi acara yang serius, bukan sekedar dua-tiga kamera dipasang, ditambah lighting dan para cast berinteraksi flow in the go. Ada perencanaan matang disana: bagaimana mengatur jadwal para cast yang punya kegiatan masing-masing (meskipun mereka berkorban harus tampil 24 jam terus menerus selama dua atau tiga minggu, bahkan ketika mereka tidur pun!). Saat ini Marapthon sedang berjalan untuk musim ketiga. KETIGA!

Kedua meskipun sudah memasuki musim ketiga, dengan jumlah total penonton diperkirakan sampai ratusan juta, Reza Arap - salah satu penggagas Marapthon yang juga pemain inti alias ketua - mengakui bahwa Marapthon secara finansial masih merugi. Padahal dengan banyaknya endorser, saweran dan lain sebagainya, pendapatannya tidak bisa menutupi biaya operasional Marapthon. Agak miris memang, kenapa ini bisa terjadi. Tapi setidaknya kenyataan ini menambahkan kenyataan bahwa gak semua yang viral itu bisa menguntungkan.

Ketiga, ini yang buat saya bertanya-tanya juga: dengan angka viralitas yang cukup tinggi, dokumentasi langsung selama 24 jam selama berbulan-bulan - kenapa enggak ada kalangan ilmuwan yang melakukan pengkajian mendalam yang memanfaatkan acara ini ya? Padahal banyak yang bisa diambil sample-nya dari acara ini, misalnya penelitian interaksi sosial di era digital dengan mengambil kajian sample dari interaksi para pemain, interaksi pemain dengan para penonton lewat commenting system, interaksi pemain dengan bintang tamu. Hal lainnya yang mungkin bisa dikaji adalah pemahaman mengenai body language atau bahasa tubuh, dan juga psikologi yang berhubungan dengan interaksi sosial digital. Begitulah.