Wednesday, February 11, 2026

Bandung Beda

Bandung, buat gue, bakalan jadi tempat yang sama sekali berbeda.

Sejak 7 Februari 2026. Sejak half of my paradise gone for good. Sejak Mamah gak merasakan sakit lagi.

Kesedihan gue adalah karena gue merasa harusnya gue merasa lebih sedih karena Mamah meninggal; gue melihat ada beberapa silver lining pas Mamah meninggal.

Yang pertama adalah memang mungkin sudah waktunya. Sejak tahun lalu, Mamah sudah harus keluar masuk rumah sakit karena kondisi sepuh. Dan salah satu keputusan terberat yang gue ambil adalah pada November tahun kemarin, waktu gue memutuskan memberikan persetujuan kepada rumah sakit untuk tindakan tracheostomy buat Mamah yang dirawat di ICU.

Tracheostomy adalah tindakan membuat lubang di tenggorokan untuk mempermudah proses masuknya oksigen ke paru-paru. Sisi negatifnya adalah, tracheostomy membuat pita suara tertekan, dan pada beberapa kasus, pita suara tidak bisa berfungsi dengan semestinya.

Setelah mamah sadar kelar tindakan operasi kecil tracheostomy, gue berulang kali meminta maaf ke Mamah.

Sejak tracheostomy itu, gue gak pernah denger lagi suara Mamah; dan gue kerap tertawa lebar saat mengartikan kata yang coba diucapkan Mamah sejak itu. Mamah masih bisa berkomunikasi dan kita bisa menerkanya dengan membaca gerak bibir. 

Dan Sabtu, 7 Februari 2026 itu, kakak perempuan gue juga mengambil keputusan yang gue rasa paling berat yang pernah dia ambil; karena dia memilih untuk tidak menyetujui tindakan rumah sakit untuk melakukan resusitasi. Prosedur medis darurat untuk menyelamatkan nyawa saat pernapasan atau detak jantung seseorang berhenti. 

Kakak gue itu lebih memilih untuk menemani Mamah di saat-saat terakhirnya. Membimbing Mamah untuk Talqin; membisikkan kalimat tauhid (Laa ilaha illallah). Sebuah pilihan yang menurut gue juga paling bijak.

Yang kedua adalah proses yang relatif singkat. Jam 6 pagi itu, Mamah masih sarapan lewat selang sonde. Tapi setelah itu kondisinya turun drastis. Dokter jaga menetapkan Mamah meninggal jam 06:56.

Dan yang ketiga adalah Mamah meninggal hari Sabtu pagi, yang menurut gue waktu yang 'baik'. Seperti halnya My Oldman yang meninggal di waktu yang 'baik' pada malam Jumat.

Bandung bakalan terasa berbeda banget.

Gue akan merindukan jalan pagi di sekitaran Borromeus, Dago, Dipatiukur: dengan pohon rindangnya, dengan rumah-rumah besar, daun-daun dan sesekali tupai yang berlari di kabel listrik. 

No comments: