Ini tentang membaca buku fiksi.
Setelah lumayan menikmati beberapa buku Malcolm Gladwell, rasa-rasanya belum ada pengarang fiksi yang sreg buat gue.
Dulu pernah lumayan tersita perhatian gue sama buku The Economic Hitman; tentang bagaimana AS menggunakan cara-cara finansial dan ekonomi untuk menaklukan negara-negara dunia Ketiga.
Hal ini yang ngebuat gue tertarik ngebaca Metode Jakarta dari Vincent Begini. Ini seperti - karena gue belum selesai baca bukunya - lebih ke pertarungan antara ideologi - ideologi global (kapitalis, sosialis, komunis) yang akhirnya mempengaruhi jalan sejarah beberapa negara, termasuk Indonesia.
Dan gue menemukan karakter menulis yang berbeda dari Vincent Bevins ini.
Malcolm Gladwell biasanya mengawali tulisannya dengan narasi keseharian masyarakat pada umumnya; orang-orang normal yang biasa lo liat pas ngantri bis, bengong di pinggir jalan, atau yang mesen es teh tawar di warteg bahari.
Sementara Vincent Bevins, berusaha sekuat tenaga memberikan berbagai latar belakang yang menurut dia relevan sama ceritanya; setidaknya di bagian awal.
Kebayang gak si lo baca latar belakang sebuah cerita, yang isinya ternyata punya berbagai latar belakang lain, yang juga ada latar belakang lain di cerita latar belakang dari kisah latar belakang utama.
Yang lainnya adalah penggunaan rasa bahasa dalam menceritakan kisah; yang menurut gue Metode Jakarta menggunakan bahasa semi ilmiah: terasa agak membosankan dan memutar-mutar.
Sebenarnya penggunaan rasa bahasa semi ilmiah di buku ini gak terlalu salah; Vincent Bevins melakukan riset dan wawancara ilmiah dengan pelaku sejarah dan ahli sejarah, belum lagi mengutip beragam tulisan ilmiah tentang ideologis-ideologis tadi.
Pantesan My Partner butuh waktu setahun lebih buat menuntaskan buku ini.
No comments:
Post a Comment