Wednesday, September 19, 2007

Busway


Semalam, ketika pulang kerja dan melintas di jalan MT Haryono, tepatnya setelah turun dari flyover pancoran ke arah cawang, saya melihat pekerjaan konstruksi untuk jalur busway sudah mulai dilakukan.
(Pagi harinya, waktu melintas ruas jalan yang sama namun dari arah sebaliknya, saya sebenarnya sudah melihat tanda-tanda pekerjaan konstruksi itu berupa garis-garis melintang jalan di jalur paling kanan. Waktu itu pikiran saya adalah "kok ya buat grafiti niat banget di tengah jalan seperti ini...." ternyata itu buat penandaan awal pekerjaan konstruksi)
Kok ya saya jadi kepikiran kalau busway yang melintas jalan MT Haryono itu nggak efektif ya. Berikut ini adalah dua alasan yang saya punya.
  1. Jika ruas lintasan busway sepanjang jalan MT Haryono adalah hanya sebatas pada Cawang Bawah dan Pancoran, yang notabene hanya sekitar lima kilometer, efek kemacetan yang bakalan ditimbulkan sepertinya luar biasa besar. Jalan MT Haryono - Gatot Subroto merupakan pintu keluar masuk bagi para komuter di daerah Bekasi, Bogor, Purwakarta dan sekitarnya yang bekerja di Jakarta, dan apakah busway yang melintas di ruas jalan MT Haryono itu bisa melayani semua komuter dari daerah-daerah tersebut? Kok sepertinya nggak ya. Kalo dibilang bahwa Busway itu digunakan untuk mengurangi penggunaan pribadi, with all due respect coba dihitung berapa unit mobil dari nebeng.com dan komunitas omprengan yang melintas di jalan MT Haryono dari dan ke daerah-daerah yang disebutkan diatas tadi.
  2. Yang kedua masalah halte, saya kok ya nggak yakin kalau di ruas jalan MT Haryono itu bakalan disediakan halte Busway. Coba lihat skema jalur jalan di ruas jalan MT Hartono-Gatot Subroto-S. Parman itu. Untuk masing-masing arah/lajur, disediakan enam jalur (tiga jalur untuk jalan tol kota dan tiga untuk jalur jalan bukan tol). Halte Busway-nya mau ditaro dimana? Di Garut? Buset deh...(internal joke, sorry)
Ada yang mau nambahin? Dengan senang hati saya bakalan up-date terus postingan ini jika ada penambahan alasan serupa. Biar melek tuh Dinas PU Jakarta....

A part from that,
kok sepertinya lebih elok ya jika Pemda DKI Jakarta memasang beberapa spanduk pemberitahuan di sepanjang proyek konstruksi Busway ini. Kalimatnya seperti "Mohon maaf mengganggu kelancaran berkendaraan Anda, saat ini di ruas jalan ini sedang dimulai proyek perluasan jaringan transportasi Busway. Selamat menjalankan ibadah puasa, hati-hati di jalan, awas copet, dilarang mengeluarkan anggota badan....."

Note: picture was taken from this site

update: ternyata trayek BusWay itu juga merambah jalan Gatot Subroto. Hmm jadi penasaran ini sebenernya trayek BusWay yang koridor apa ya? Dari mana kemana?

4 comments:

Tukang Ketik said...

Yang pasti, projek busway adalah projek cari duitnya Sutiyoso. Biayanya murah dan menguntungkan. Padahal, pengadaan sarana transportasi yang paling ideal adalah monorail. Tapi ga dikerjain!!!

Sutiyoso emang cuma mikirin duit. Bukan mikirin rakyat.

Anonymous said...

@tukang ketik
hehehe lagi puasa nih, jadi nggak boleh maki-maki orang. Tapi mau nggak mau terpicu juga sih :)
BTW kenapa Pemda nggak menggiatkan angkutan umum yang udah ada ya? Mikrolet, kopaja, metromini. Berdayakan aja koperasi-nya, kasih kredit ringan buat anggotanya. Kali aja angkutannya jadi lebih nyaman.

(roi)

atta said...

itu trayek Pinang Ranti - Pluit
bad newsnya, jalur itu lewat di s parman juga. jadinya pulang kantor jauh lebih lama. hiks

Anonymous said...

@ atta
bener seperti duga-an gw, mendingan gw nonggeng aja deh dari pada harus kena macet.....

roi