Sudah beberapa waktu terakhir ini ada yang mengusik: harus mulai rajin menulis lagi.
Tapi apa yang ditulis? Daily routine? Thought? Bahkan kemauan awal kecil untuk membuka tablet dan buka aplikasi untuk menulis sepertinya perjuangan batin yang cukup berat: tarik ulur antara scroling gak jelas atau gogoleran sambil melamun.
Jadi teringat omongan seorang teman kuliah dulu waktu kami sama-sama berjuang mengerjakan skripsi atau tugas akhir. Jam kuliah sudah berkurang jauh, jadi lumayan banyak waktu luang. Tapi perjuangan untuk duduk di depan komputer, dan membuka file dokumen tugas akhir, juga butuh perjuangan berat. Padahal ketika sudah duduk dan membuka file dokumen, biasanya melanjutkan proses penulisan tugas akhir jadi lebih lancar.
That's it.
'Menulis' jadi timbul kembali karena pagi ini denger podcast Proxemics dengan Danang, yang disalah satu segmennya menyinggung tentang story telling. Danang bilang kenapa homeless media jadi lebih berkembang daripada tradisional media karena homeless media bisa dengan kreatif dan inovatif memanfaatkan beragam platform digital yang tersedia untuk story telling, sedangkan media tradisional masih agak kagok dengan platform-platform yang tersedia untuk story telling. Tradisional media masih terpaku pada output berupa artikel dan foto, paling banter video.
Intinya sama: story telling.
Aplikasi? Sekarang ini hampir tak terbatas dengan kehadiran teknologi digital melalui media sosial.
Jadi? Ayo Menulis.
Sedikit juga gak apa-apa.
No comments:
Post a Comment